CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Sabtu, 02 Mei 2009

Flu Burung, Flu Babi, Sebuah Tanda Tanya

Kekhawatiran warga dunia terhadap ancaman penyakit flu burung belum reda, kini kita sudah diguncang lagi dengan ancaman penyakit baru flu babi. Penyebaran virus influenza tipe A H1N1 ini bahkan lebih cepat dibandingkan flu burung, sehingga WHO meningkatkan kesiagaan dari tingkat empat ke tingkat 5, yang artinya flu babi ini sudah mendekati tahap pandemi atau akan menjadi wabah yang mengglobal.

Saat ini, selain di Meksiko, negara AS, Inggris, Kanada, Spanyol dan Israel memkonfirmasi ada warganya yang sudah terkena virus flu babi. Bagaimana dengan Indonesia? Untuk sementara kita mungkin masih bisa bernapas lega karena Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan bahwa virus flu babi hanya mampu hidup dalam cuaca dingin, dan tidak bisa bertahan di daerah berhawa tropis.

Munculnya penyakit-penyakit menular yang berasal dari virus yang dibawa oleh hewan, seperti AIDS yang katanya dari monyet, flu burung dan sekarang flu babi, selayaknya menggelitik kita dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, darimana semua virus-virus itu datang, apakah mungkin sebuah virus atau penyakit bisa muncul begitu saja atau adakah yang sengaja membuat dan menyebarkannya?

Sebuah buku berjudul “Deadly Mist, Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia” yang ditulis Jerry D Gray mungkin bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu, tanpa bermaksud untuk melontarkan tuduhan pada satu pihak, tapi sebagai bahan pemikiran yang bisa membuat kita lebih waspada terhadap berbagai ancaman penyakit menular yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini.

Jerry D Gray adalah warga negara AS keturunan Jerman yang pernah bergabung di dinas Angkatan Udara AS. Gray yang kini menetap di Indonesia juga seorang mualaf yang aktif berdakwah dan menulis buku berisi kajian kritisnya tentang politik dan media massa di AS.

Dalam bukunya “Deadly Mist” Gray secara gamblang memaparkan peran AS dalam pembuatan zat-zat biologi dan kimia yang berbahaya bagi manusia, seperti MSG, Aspartam (gula buatan), fluoride dan zat-zat mematikan lainnya. Penggunaan senjata biologi bahkan sudah dilakukan dalam penaklukan benua Amerika untuk “memusnahkan” orang-orang Indian, penuduk asli benua itu.

Dalam buku tersebut Gray juga memaparkan konspirasi jahat dibalik penyebaran virus AIDS, Antrax sampai flu burung dan membeberkan bahwa bibit-bibit penyakit itu telah dengan sengaja dikontaminasikan pada manusia sebagai uji coba bahkan untuk kepentingan industri obat-obatan mereka untuk meraup keuntungan. Yang lebih kejam lagi, AS juga tega menjadikan rakyatnya sendiri sebagai target uji coba bahan kimia dan biologi berbahaya buatan mereka.

Menurut Gray, semua itu dilakukan bukan tanpa alasan. Zat-zat kimia dan biologi berbahaya, bibit penyakit dan virus-virus dan vaksin sengaja diciptakan dan disebarkan ke manusia untuk satu tujuan, keamanan nasional dan mewujudkan apa yang disebut Tatanan Dunia Baru, World New Order. Dalam buku itu Gray menyebutkan bahwa sejak Perang Dunia II, AS dan pimpinan Nazi, Adolf Hitler secara rahasia berkolaborasi untuk mewujudkan Tatanan Dunia Baru itu. Para pengusung New World Order ini punya misi rahasia yaitu;

1. Menciptakan satu pemerintahan dunia
2. Menciptakan satu pemimpin dunia
3. Menciptakan satu kepercayaan (baru) dunia
4. Menjaga dan melindungi ras unggul (orang-orang kulit putih sehat, melalui pengendalian jumlah penduduk)
5. Menjadikan warga negara dunia ketiga sebagai pembantu atau buruh.

Untuk mencapai misi itulah mereka menciptakan zat-zat kimia dan biologi berbahaya, bibit penyakit dan virus-virus mematikan sebagai “senjata pemusnah massal yang efektif” untuk melakukan seleksi terhadap ras unggul manusia itu, bahkan membuat obat-obatan yang sejatinya adalah racun bagi tubuh manusia sehingga manusia menjadi sakit dan lemah sehingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan, bahkan terancam kematian massal sebagai alat pengendalian penduduk dunia tadi.

Lalu, adakah flu babi yang sedang mewabah ini bagian dari konspirasi jahat itu? Wallahualam bishowab. Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita dari segala bentuk kejahatan dan penyakit dan senantiasa memberi memberikan petunjuk pada kita yang benar adalah benar dan yang jahat adalah jahat.

Sumber: DISINI

Ikhwan : Virus Flu Babi Lebih Serius daripada Bom Hidrogen
Kamis, 30/04/2009 06:00 WIB

Kelompok oposisi terbesar Mesir - Ikhwanul Muslimin dalam sebuah simposium mengenai kesehatan pada hari rabu kemarin mengatakan bahwa persoalan Flu babi lebih serius daripada bom hidrogen.

Sampai saat ini belum ada laporan kasus flu babi telah menyebar di Mesir, meskipun parlemen di kairo dalam votingnya pada selasa yang lalu memutuskan untuk memusnahkan sekitar 250.000 ternak babi yang ada di negara tersebut sebagai tindakan pencegahan terhadap penularan virus.

Ikhwanul Muslimin meskipun menjadi organisasi terlarang di Mesir namun organisasi ini merupakan kelompok oposisi terbesar di parlemen dan memberikan suara mendukung putusan yang diambil oleh parlemen Mesir, dan pada Rabu kemarin mereka mengatakan bahwa maraknya flu babi menunjukkan kebenaran ajaran Islam yang melarang umat Islam untuk mengkonsumsi babi.

“Ini adalah bukti dari rahmat Allah dalam syariah Islam untuk mengizinkan semua yang baik dan melarang semua hal yang buruk. Kita jadi mengerti dan mendapat hikmah dari dilarangnya mengkonsumsi Babi atau kita tidak dapat mengerti kenapa hal tersebut dilarang. Tapi akhirnya waktu yang membuktikan kebenaran ajaran Allah SWT tersebut, kata Syaikh Al-Sayid Askar dalam sebuah simposium kesehatan yang berkaitan dengan virus flu babi pada Rabu kemarin - yang acara tersebut di sponsori oleh Ikhwan.

Meskipun belum ada kasus flu babi yang terjadi di Mesir, tetangga negara tersebut Israel telah melaporkan dua warganya yang baru pulang dari Mexico telah terkena virus flu babi itu.

Perwakilan dari WHO di Mesir menegaskan bahwa negara Mesir telah dilengkapi dengan baik untuk menghadapi virus tersebut, karena sebelumnya Mesir telah berpengalaman mengatasi kasus virus flu burung.

Islam adalah agama mayoritas dari penduduk Mesir, sekitar 80 juta rakyat Mesir adalah Muslim dan dalam ajaran Islam telah melarang untuk menkonsumsi babi.(fq/earthtimes)

0 komentar: